RISC (Reduce Instruction Set Computer)
Nama : Anipatulloh
NIM : SIA201003
MatKul : OAK
Nama : Anipatulloh
NIM : SIA201003
MatKul : OAK
Ditinjau dari perancangan perangkat instruksinya, ada dua arsitektur
prosesor yang menonjol saat ini, yakni arsitektur RISC (Reduce
Instruction Set Computer) dan CISC (Complex Instruction Set Computer).
Prosesor CISC memiliki instruksi-instruksi kompleks untuk memudahkan
penulisan program bahasa assembly, sedangkan prosesor RISC memiliki
instruksi-instruksi sederhana yang dapat dieksekusi dengan cepat untuk
menyederhanakan implementasi rangkaian kontrol internal prosesor.
Karenanya, prosesor RISC dapat dibuat dalam luasan keping semikonduktor
yang relatif lebih sempit dengan jumlah komponen yang lebih sedikit
dibanding prosesor CISC. Perbedaan orientasi di antara kedua prosesor
ini menyebabkan adanya perbedaan sistem secara keseluruhan, termasuk
juga perancangan kompilatornya.
CISC (Complex Instruction-Set Computer)
Complex instruction-set computing atau Complex Instruction-Set Computer
(CISC; “Kumpulan instruksi komputasi kompleks”) adalah sebuah arsitektur
dari set instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa
operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memory, operasi
aritmetika, dan penyimpanan ke dalam memory, semuanya sekaligus hanya di
dalam sebuah instruksi. Karakteristik CISC dapat dikatakan
bertolak-belakang dengan RISC. Sebelum proses RISC didesain untuk
pertama kalinya, banyak arsitek komputer mencoba menjembatani celah
semantik”, yaitu bagaimana cara untuk membuat set-set instruksi untuk
mempermudah pemrograman level tinggi dengan menyediakan instruksi “level
tinggi” seperti pemanggilan procedure, proses pengulangan dan mode-mode
pengalamatan kompleks sehingga struktur data dan akses array dapat
dikombinasikan dengan sebuah instruksi. Karakteristik CISC yg “sarat
informasi” ini memberikan keuntungan di mana ukuran program-program yang
dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil, dan penggunaan memory akan
semakin berkurang. Karena CISC inilah biaya pembuatan komputer pada
saat itu (tahun 1960) menjadi jauh lebih hemat.
Memang setelah itu banyak desain yang memberikan hasil yang lebih baik
dengan biaya yang lebih rendah, dan juga mengakibatkan pemrograman level
tinggi menjadi lebih sederhana, tetapi pada kenyataannya tidaklah
selalu demikian. Contohnya, arsitektur kompleks yang didesain dengan
kurang baik (yang menggunakan kode-kode mikro untuk mengakses
fungsi-fungsi hardware), akan berada pada situasi di mana akan lebih
mudah untuk meningkatkan performansi dengan tidak menggunakan instruksi
yang kompleks (seperti instruksi pemanggilan procedure), tetapi dengan
menggunakan urutan instruksi yang sederhana. Satu alasan mengenai hal
ini adalah karena set-set instruksi level-tinggi, yang sering disandikan
(untuk kode-kode yang kompleks), akan menjadi cukup sulit untuk
diterjemahkan kembali dan dijalankan secara efektif dengan jumlah
transistor yang terbatas. Oleh karena itu arsitektur -arsitektur ini
memerlukan penanganan yang lebih terfokus pada desain prosesor. Pada
saat itu di mana jumlah transistor cukup terbatas, mengakibatkan semakin
sempitnya peluang ditemukannya cara-cara alternatif untuk optimisasi
perkembangan prosesor. Oleh karena itulah, pemikiran untuk menggunakan
desain RISC muncul pada pertengahan tahun 1970 (Pusat Penelitian Watson
IBM 801 – IBMs). Contoh-contoh prosesor CISC adalah : System/360, VAX,
PDP-11, varian Motorola 68000 , dan CPU AMD dan Intel x86.
Istilah RISC dan CISC saat ini kurang dikenal, setelah melihat
perkembangan lebih lanjut dari desain dan implementasi baik CISC dan
CISC. Implementasi CISC paralel untuk pertama kalinya, seperti 486 dari
Intel, AMD, Cyrix, dan IBM telah mendukung setiap instruksi yang
digunakan oleh prosesor-prosesor sebelumnya, meskipun efisiensi
tertingginya hanya saat digunakan pada subset x86 yang sederhana (mirip
dengan set instruksi RISC, tetapi tanpa batasan penyimpanan/pengambilan
data dari RISC). Prosesor-prosesor modern x86 juga telah menyandikan dan
membagi lebih banyak lagi instruksi-instruksi kompleks menjadi beberapa
“operasi-mikro” internal yang lebih kecil sehingga dapat
instruksi-instruksi tersebut dapat dilakukan secara paralel, sehingga
mencapai performansi tinggi pada subset instruksi yang lebih besar.
Fase Awal Perkembangan Prosesor RISC
- Prosesor RISC Berkeley
- Prosesor RISC Stanford
KEUNGGULAN RISC
Saat ini, hanya Intel x86 satu-satunya chip yang bertahan menggunakan
arsitektur CISC. Hal ini terkait dengan adanya kemajuan teknologi
komputer pada sektor lain. Harga RAM turun secara dramatis. Pada tahun
1977, DRAM ukuran 1MB berharga $5,000, sedangkan pada tahun 1994
harganya menjadi sekitar $6. Teknologi kompailer juga semakin canggih,
dengan demikian RISC yang menggunakan RAM dan perkembangan perangkat
lunak menjadi semakin banyak ditemukan.
KELEMAHAN RISC
Kelemahan utama dari RISC ialah jumalh instruksi yang sedikit. Hal ini
mengakibatkan untuk melakukan suatu tugas akan dibutuhkan instruksi yang
lebih banyak bila dibandingkan CISC. Hasilnya ialah jumlah ukuran
program akan lebih besar bila dibandingkan CISC. Penggunaan memori akan
semakin meningkat dan lalu lintas instruksi antara CPU dan memori akan
meningkat pula.
Prosesor RISC, yang berkembang dari riset akademis telah menjadi prosesor komersial yang terbukti mampu beroperasi lebih cepat dengan penggunaan luas chip yang efisien. Kemajuan mutakhir yang ditunjukkan oleh mikroprosesor PowerPC 601 dan teknologi emulasi yang antara lain dikembangkan oleh IBM memungkinkan bergesernya dominasi chip-chip keluarga-86 dan kompatibelnya. Bila teknik emulasi terus dikembangkan maka pemakai tidak perlu lagi mempedulikan prosesor apa yang ada di dalam sistem komputernya, selama prosesor tersebut dapat menjalankan sistem operasi ataupun program aplikasi yang diinginkan.
Pendekatan CISC
Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah
cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa
tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan
menjalankan beberapa rangkaian operasi. Untuk tujuan contoh kita kali
ini, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi
khusus, yang kita beri nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan
membaca dua nilai dan menyimpannya ke 2 register yag berbeda, melakukan
perkalian operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi
hasilnya ke register yang benar. Jadi instruksi-nya cukup satu saja…
MULT 2:3, 5:2
MULT dalam hal ini lebih dikenal sebagai “complex instruction”, atau
instruksi yang kompleks. Bekerja secara langsung melalui memori komputer
dan tidak memerlukan instruksi lain seperti fungsi baca maupun
menyimpan. Satu kelebihan dari sistem ini adalah kompailer hanya
menerjemahkan instruksi-instruksi bahasa tingkat-tinggi ke dalam sebuah
bahasa mesin. Karena panjang kode instruksi relatif pendek, hanya
sedikit saja dari RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi
tersebut.
Pendekatan RISC
Prosesor RISC hanya menggunakan instruksi-instruksi sederhana yang bisa
dieksekusi dalam satu siklus. Dengan demikian, instruksi ‘MULT’
sebagaimana dijelaskan sebelumnya dibagi menjadi tiga instruksi yang
berbeda, yaitu “LOAD”, yang digunakan untuk memindahkan data dari memori
ke dalam register, “PROD”, yang digunakan untuk melakukan operasi
produk (perkalian) dua operan yang berada di dalam register (bukan yang
ada di memori) dan “STORE”, yang digunakan untuk memindahkan data dari
register kembali ke memori. Berikut ini adalah urutan instruksi yang
harus dieksekusi agar yang terjadi sama dengan instruksi “MULT” pada
prosesor RISC (dalam 4 baris bahasa mesin):
LOADA,2:3
LOADB,5:2
PRODA,B
STORE 2:3, A
Awalnya memang kelihatan gak efisien iya khan? Hal ini dikarenakan
semakin banyak baris instruksi, semakin banyak lokasi RAM yang
dibutuhkan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Kompailer juga
harus melakukan konversi dari bahasa tingkat tinggi ke bentuk kode
instruksi 4 baris tersebut. Bagaimanapun juga, strategi pada RISC
memberikan beberapa kelebihan. Karena masing-masing instruksi hanya
membuthukan satu siklus detak untuk eksekusi, maka seluruh program (yang
sudah dijelaskan sebelumnya) dapat dikerjakan setara dengan kecepatan
dari eksekusi instruksi “MULT”. Secara perangkat keras, prosesor RISC
tidak terlalu banyak membutuhkan transistor dibandingkan dengan CISC,
sehingga menyisakan ruangan untuk register-register serbaguna (general
purpose registers). Selain itu, karena semua instruksi dikerjakan dalam
waktu yang sama (yaitu satu detak), maka dimungkinkan untuk melakukan
pipelining.
Persamaan Unjuk-kerja (Performance)
Persamaan berikut biasa digunakan sebagai ukuran unjuk-kerja suatu komputer:
Pendekatan CISC bertujuan untuk meminimalkan jumlah instruksi per
program, dengan cara mengorbankan kecepatan eksekusi sekian silus/detik.
Sedangkan RISC bertolak belakang, tujuannya mengurangi jumlah
siklus/detik setiap instruksi dibayar dengan bertambahnya jumlah
instruksi per program.
CISC
Penekanan pada perangkat keras (Hardware)
Termasuk instruksi kompleks multi-clock
Memori-ke-memori: “LOAD” dan “STORE” saling bekerjasama
Ukuran kode kecil, kecepatan rendah
Transistor digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi kompleks
RISC
Penekanan pada perangkat lunak (software)
Single-clock, hanya sejumlah kecil instruksi
Register ke register: “LOAD” dan “STORE” adalah instruksi – instruksi terpisah
Ukuran kode besar, kecepatan (relatif) tinggi
Transistor banyak dipakai untuk register memori.



Friday, March 16, 2012
@^!v
Posted in: 
0 comments:
Post a Comment