TULISLAH APA YANG ANDA LAKUKAN DAN LAKUKANLAH APA YANG ANDA TULIS MAKA ANDA AKAN BELAJAR DARI SEBUAH PENGALAMAN
Showing posts with label Kuliah Q. Show all posts
Showing posts with label Kuliah Q. Show all posts

Thursday, September 12, 2013

Paper Keamanan Pada Jaringan Komputer


UAS Keamanan Jaringan

Sunday, July 28, 2013

Suhosin



SUHOSIN

A.     Apa itu Suhosin
Suhosin adalah sistem perlindungan canggih untuk instalasi PHP. Ini dirancang untuk melindungi server dan pengguna dari kelemahan dikenal dan tidak dikenal dalam aplikasi PHP dan inti PHP. Suhosin terdiri atas dua bagian independen, yang dapat digunakan secara terpisah atau dalam kombinasi. Pertama adalah Suhosin-patch (tidak full protection) terhadap inti PHP, yang mengimplementasikan beberapa tingkat rendah perlindungan terhadap bufferoverflows atau format string kerentanan dan yang kedua adalah Suhosin-extension (full protection) yang mengimplementasikan semua perlindungan  yang kuat terhadap php.

Berbeda dengan PHP Hardening-patch, Suhosin adalah biner kompatibel untuk instalasi PHP normal, yang artinya adalah kompatibel dengan pihak ke-3 ekstensi biner seperti ZendOptimizer.

B.     Kapan Kita harus menggunakan Suhosin
Pertanyaan yang paling penting bagi pengguna baru Suhosin adalah, mengapa mereka harus menggunakan suhosin, jika benar-benar diperlukan dan apa keuntungannya dengan menggunakan patch,, extension atau kombinasi keduanya.
Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada apa penggunaan PHP Kita. Jika Kita menggunakan PHP hanya untuk server sendiri dan hanya untuk script dan aplikasi Kita sendiri dan Kita yakin kode Kita cukup. Dalam hal ini Kita kemungkinan besar tidak perlu ekstensi Suhosin. Karena sebagian besar dari fitur suhosin dimaksudkan untuk melindungi server terhadap teknik pemrograman rentan. Namun jika tidak, maka kita sangat membutuhkan Suhosin demi keamanan situs kita, karena sebagian besar fitur Suhosin itu dimaksudkan untuk melindungi server terhadap teknik pemrograman rentan. Perlu diingat, PHP adalah bahasa pemrograman yang sangat kompleks dengan banyak jebakan yang sering terlupakan selama pengembangan aplikasi. Bahkan programmer PHP yang sudah pakar sekalipun dari waktu ke waktu sering kelupaan menulis kode yang tidak aman, karena mereka tidak tahu tentang perangkap PHP. Oleh karena itu kita bisa mengandalkan suhosin sebagai jaring pengaman.

Suhosin dilengkapi dengan fitur Perlindungan Zend Engine yang melindungi server kita dari bufferoverflows yang mungkin terjadi dan kerentanan terkait dalam Zend Engine. Sejarah telah menunjukkan bahwa beberapa bug ini selalu ada di versi PHP sebelumnya.

Jika Kita tidak hanya menjalankan skrip PHP Kita sendiri tetapi juga dihostingkan ke aplikasi PHP pihak ke-3 untuk diri sendiri atau bahkan pihak lain, maka Kita tidak mempercayai kualitas kode dari aplikasi PHP yang Kita gunakan itu. Sayangnya itu adalah kenyataan bahwa perangkap dari bahasa PHP tidak banyak diketahui di kalangan programmer. Banyak perangkap ini tidak didokumentasikan dalam buku-buku PHP-Security yang telah dirilis selama setahun terakhir. Hal ini terutama disebabkan, bahwa buku-buku yang ditulis terburu-buru untuk menjadi yang pertama di pasar dan karena sebagian besar buku-buku ini tidak ditulis oleh para profesional keamanan, tetapi oleh programmer PHP.

C.    Proteksi yang dapat dilakukan Suhosin
  • Cookie enkripsi
  • Session ekripsi
  • Mencegah session hijack
  • Bisa memfilter inputan dari form hanya ASCII saja
  • Dapat membatasi jumlah variabel (post, get) yang terima system
  • Dapat membatasi jumlah upload dalam sekali request
  • Dan masih banyak lagi yang bisa di proteksi Suhosin. Baca selengkapnya http://www.hardened-php.net/suhosin/a_feature_list.html


Isi konfigurasi default dari file Suhosin

[suhosin]

; Logging Configuration

suhosin.log.syslog.facility = 9

suhosin.log.use-x-forwarded-for = Off

; Filtering Options
suhosin.request.max_vars = 500
suhosin.post.max_vars = 500
suhosin.get.max_vars = 500
suhosin.cookie.max_vars = 500

suhosin.request.max_array_index_length = 500
suhosin.post.max_array_index_length = 500
suhosin.get.max_array_index_length = 500
suhosin.cookie.max_array_index_length = 500

suhosin.request.max_array_depth = 1000
suhosin.post.max_array_depth = 1000
suhosin.get.max_array_depth = 1000
suhosin.cookie.max_array_depth = 1000

suhosin.get.max_value_length = 200000
suhosin.post.max_value_length = 200000
suhosin.request.max_value_length = 200000
suhosin.cookie.max_value_length = 200000

suhosin.upload.max_uploads = 300
suhosin.upload.disallow_elf = Off
suhosin.session.max_id_length = 1024

;spam protection on forms
;suhosin.mail.protect = 1

; Executor Options

suhosin.memory_limit = 75

suhosin.executor.max_depth = 0

suhosin.executor.include.max_traversal = 6

suhosin.executor.disable_emodifier = Off

suhosin.executor.allow_symlink = Off

suhosin.executor.include.blacklist = "http://void.ru"

suhosin.upload.verification_script = /usr/local/upload_guardian/scanit.pl

Untuk download Suhosin kunjungi link http://www.hardened-php.net/suhosin/download.html
  

Sunday, August 12, 2012

Ujian Praktek Jarkom (Blueprint Jaringan Sekolah)


Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer, software dan perangkat jaringan yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
 Dalam mengikuti perkembangan teknologi saat ini banyak bidang yang membutuhkan jaringan komputer. Jaringan komputer memberikan kemudahan antar pengguna komputer, dengan adanya jaringan komputer transformasi data antar komputer dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu efektifitas dan efisiensi bisa dicapai yang akhirnya produktifitas lebih tinggi.
 Teknologi komputer sudah merambah ke berbagai bidang termasuk pendidikan. Sebagian sekolah memiliki komputer untuk mempercepat proses kerja administrasi dan akademik. Bahkan sudah ada yang memanfaatkan tekonologi komputer untuk mendukung proses pembelajaran. Komputer dijadikan media untuk menyampaikan konsep keilmuan menjadi lebih menarik dan mudah diterima oleh murid. Tidak hanya itu saja, saat ini sudah banyak sekolah yang memiliki jaringan komputer yang mengintegrasikan jaringan lokal ke jaringan intranet dan internet. Bahkan sampai teknologi telepon selular difungsikan untuk proses pembelajaran dan layanan sekolah kepada orang tua dan masyarakat di luar sekolah. Hal ini menjadi alasan utama dilakukan penelitian  untuk  melakukan Perancangan  Blueprint  Infrastruktur  Jaringan  Wireless dengan 6 Acess Point”.
Mengingat perlunya penyampaian pendidikan berbasis komputer, jaringan komputer pada sekolah sangat membantu proses belajar mengajar. Selain itu juga memudahkan siswa dan guru untuk mengakses informasi via internet.
Untuk membangun jaringan komputer di sekolah beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:
  • Kebutuhan sekolah, merupakan pertimbangan pertama yang bisa dijadikan patokan pengembangan jaringan komputer. Sejauh mana kebutuhan sekolah perlu diadakannya jaringan komputer sehingga nantinya bisa digunakan semaksimal mungkin.
  • Anggaran biaya, merupakan pertimbangan kedua yang mendukung terciptanya sebuah jaringan komputer di sekolah. Kebutuhan jaringan komputer yang komplek dan luas tentunya memerlukan biaya yang besar. Sebaiknya pembangunan jaringan komputer dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak terjadi pemborosan biaya.
  •  Model jaringan, adalah tahap perencanaan pengembangan jaringan komputer di sekolah. Model jaringan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah membuat sistem jaringan bisa digunakan lebih efektif. 
  • Komponen jaringan, adalah tahap implementasi jaringan komputer. Pemilihan komponen jaringan harus disesuaikan dengan kondisi sekolah yang meliputi bentuk bangunan, tata letak bagunan/ruang, jarak antar bangunan, dan kemudahan pengembangan pada masa berikutnya.
                                              Denah lokasi sekolah

Dari denah diatas dengan luas kurang lebih 300.000 M2 membutuhkan piranti dan desain  yang cukup untuk mengcover seluruh area.
1. Analisa Kebutuhan
    Antena dan Radio Access Point dalam satu paket. Bekerja pada frekwensi 5.8Ghz. Antena Solid  Dish dengan gain 25dBi. Diperkuat dengan radio AP 5.8Ghz 200mW. Sangat cocok untuk koneksi Point to Point jarak jauh.
Tool lainnya yang dibutuhkan antara lain kabel UTP, konektor RJ-45, tang Crimping dan LAN tester.

2. Desain dan Langkah Kerja
  • Survei lokasi geografis sekolah
  • Memposisikan penempatan access point pada titik-titik yang telah ditentukan
Keterangan :
            AP1 : Ruang Loby
            AP2 : Lab
            AP3 : Ruang Guru
            AP4 : Ruang Bebas
            AP5 : Gedung berlantai
            AP6 : Ruang Seni
 
Dari luas area  panjang ±1Km dan lebar ±300 M, dengan menggunakan IP sekelas  untuk mengcover frekuensi wifinya ke seluruh area sesuai denah di atas.
Kita gunakan Acces Point di ruang server lantai 2 menggunakan Acces Point Out Door jenis Ubiquiti NanoBridge-M5 200mW + Solid Antenna 25dBi yang mampu menjangkau  4-7 km  sedangkan di daerah belakang sekolah menggunakan Acces Point yg sama degan Mode Repeater  diletakan saling membelakangi 120 derajat jika 3 buah repeater di gabungkan  maka akan membentuk sudut 360 derajat  sehingga  semua area dapat tercover signal wifi dan untuk menjangakau di wilayah sekolah cukup menggunakan dua buah acces point in door mode repeater  menggunakan jenis Seri TL-WA5110G alat ini mampu menjangkau kurang lebih 50 km. Untuk mengatasi jika ada gangguan  cara penyetingannya semua repeater di arahkan ke acces point di ruangan server dengan meng Attack Mac Addres tentunya dengan menggunakan IP sekelas dengan membedakan HOST ID dari setiap acces point.
  • Pengalamatan IP address dan subnetting
AP1  Acces point utama dengan posisi Acces Point di luar dengan antena sektoral 120 derajat
                          IP Address                = 192.168.0.1
                          Subnet mask             = 255.255.255.0
         AP2  dengan mode repeater, posisi Acces Point di luar dengan antena sektoral 360 derajat
                          IP Address                = 192.168.0.2
                          Subnet mask             = 255.255.255.0
AP3  dengan mode repeater, posisi Acces Point di luar dengan antena sektoral 360 derajat
                          IP Address                = 192.168.0.3
                          Subnet mask             = 255.255.255.0
AP4  dengan mode repeatr, eposisi Acces Point di luar dengan antena sektoral 360 derajat
IP Address                  = 192.168.0.
Subnet mask               = 255.255.255.0
AP5  dengan mode repeater posisi Acces Point di luar dengan antena sektoral 180 derajat
                        IP Address                  = 192.168.0.5
                        Subnet mask               = 255.255.255.0
AP6  dengan mode repeater posisi Acces Point di luar dengan antena sektoral 360 derajat
                        IP Address                  = 192.168.0.6
                        Subnet mask               = 255.255.255.0 
  • Pengujian dan pengetesan koneksi untuk memastikan semua access point bekerja dengan maksimal.

Thursday, August 9, 2012

Ujian Teori Jarkom



NAMA                        : ANIPATULLOH
NIM                            :SIA201003

UJIAN                        :JARKOM (TEORI)
DOSEN                      : NAHAR MARDIYANTORO M.Kom

1.    Mode yang berlaku pada WLAN

ü  Mode Ad-hoc

Pada dasarnya mirip dengan topologi bus pada jaringan wired. Mode ad hoc tidakmemerlukan central node atau Access Point.

ü  Wi-Fi client

Dapatberkomunikasisecara peer to peer. Setiap Wi-Fi client akanbertindaksebagaipenghubungsekaligusrepeater(penguatsinyal) bagi Wi-Fi client yang berada di sebelahnya

2.    Teknik POE ( Power Over Ethernet )

POE adalah mengalirkan listrik melalui pair kabel UTP yang tidak digunakan, kabel listrik dialirkan melalui satu kabel UTP dan kemudian sebelum mencapai AP, dipisah kembali. Listrik dialirkan lagi melalui kabel listrik dan dicolokkan pada power cord, sedangkan data dicolokkan pada port RG-45.

Manfaatnya adalah   menghemat space di box Client sehingga tidak diperlukan lagi Catu daya terpisah. Cukup sebuah kabel UTP saja yang terpasang antara switch dan access point

3.    Faktor yang mempengaruhi kuaitas/performance jaringan wireless

ü  Panjang Gelombang (Wavelength) adalah jarak antara 1 ujung puncak gelombang dengan puncak lainnya secara horizontal. Sinyal ini awalnya di mulai sebagai sinyal AC yang di generate oleh transmitter / pemancar didalam sebuah Access Point (AP) dan dikirim ke antenna, dimana di radiasikan sebagai gelombang sinus. Selama proses ini, arus mengubah medan elektromagnetik disekitar antena, sehingga antena mengirim sinyal elektrik dan magnetik.

ü  Frekuensi (Hz) menentukan seberapa sering singnal terlihat /muncul. Frekuensi biasa diukur dalam besaran detik, direferensikan sebagai cycle.

ü  Amplitudo, adalah jumlah energi yang di berikan dalam sebuah signal

ü  Jenis Pemancarnya

ü  Letak Pemancar

ü  Kualitas Media (Cuaca)

ü  Kekuatan sinyal, juga akan terpengaruh jika kartu LAN nirkabel atau Access Point diletakkan di dekat permukaan logam dan padat material densitas tinggi. Jika ada hambatan dalam jalur sinyal radio antara Access Point dan kartu LAN nirkabel, sinyal radio mungkin baik diserap atau tercermin. Maka daya jangkaunya akan berkurang.

4.    WDS (Wireless Distribution System)

WDS sampai saat ini masih digunakan karena memungkinkan jaringan nirkabel yang akan diperluas menggunakan beberapa jalur akses tanpa memerlukan kabel tulang punggung untuk dapat saling terhubung.

ü  WDS bridge

Adalah komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.

ü  WDS repeater

access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA), Access point yang dioperasikan dalam mode repeater perlu menterjemahkan frame kedalam format frame yang lain saat forward frame antara koneksi wireless dan WDS link.

5.    Hubungan kekuatan daya AP yang diterima atau dipancarkan dengan polarisasi antena

Kekuatan daya dari AP mempengaruhi jarak pancar, semakin besar daya AP maka akan semakin jauh jarak pancarnya, sedangkan polarisasi antena adalah arah medan listrik yang diradiasikan oleh antena. Jika arah tidak ditentukan maka polarisasi merupakan polarisasi pada arah gain maksimum. Polarisasi dari energi yang teradiasi bervariasi dengan arah dari tengah antena, sehingga bagian lain dari pola radiasi mempunyai polarisasi yang berbeda. Polarisasi antena juga mampu menembus dinding dibawah Antena hingga jarak radius 500-800Meter dibawah tiang atau tower yang mampu diakses langsung(tidak berlaku untuk beton).

Tuesday, March 20, 2012

Rancangan Cluster Computer Untuk Multimedia



NAMA : Anipatulloh
NIM : SIA201003
MatKul : Arsitektur dan Organisasi Komputer

Rancangan cluster computer yang digunakan untuk bidang multimedia ada beberapa pemilihan meliputi spesifikasi hardware masing-masing komputer pada setiap node, pemilihan topologi jaringan yang dipakai, hardware jaringan dan sistem operasi.
Spesifikasi tersebut antara lain:
  • PC : AMD Athlon 64 X2 dual core sebayak 8 buah
  • Memori : 2 GB pada masing-,masing node
  • Harddisk : 500GB khusus untuk master node
  • Network Card (LAN Card) : 1000 Mbps dengan support PXEBOOT
  • Sistem Operasi : SuSE Linux Enterprise Server (SLES) 9
  • PGI CDK (cluster development kit) versi 6.1
  • Switch Hub 10/100/1000Mbps dan
  • Kabel UTP Cat 5e/6
  • Menggunakan topology start/ Menggunakan Switch HUB
     Topology Star

Monday, March 19, 2012

Arsitektur dan Organisasi Komputer


NAMA                     : Anipatulloh
NIM                         : SIA201003
MATKUL                : Arsitektur dan Organisasi Komputer (UAS_4 Teori)

1.      Siklus proses eksekusi program
Saat data dan/atau instruksi dimasukkan ke processing-devices, pertama sekali diletakkan di RAM (melalui Input-storage), apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage). Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini di Operand-register). Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di Akumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di Accumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan menjemput hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan ke output-devices.
2.      Ada beberapa perbedaan keunggulan dari arsitektur processor RISC dan CISC, diantaranya:
> Daya yang dibutuhkan RISC membutuhkan sedikit daya dibandingkan dengan CISC.
> Kecepatan komputasi CISC jauh lebih unggul, kemudian dengan metode pengalamatan RISC lebih unggul dalam kecepatan dengan menggunakan pengalamatan secara langsung.
> Harga CISC puluhan kali lipat dari RISC karena kompleksotas dari CISC.
> Keduanya mengemisikan panas hanya saja  pada CISC dibutuhkan sistem pendinginan.
> Untuk interrupt pada RISC lebih mudah diterapkan dan lebih cepat.
> Keuntungan  dari CISC pada sistem operasi  yang lebih mudah pengimplementasiannya dibandingkan dengan RISC.
> Kelebihan CISC terdapat dalam pengimplementasian menggunakan software dimana akan lebih memudahkan programmer, dimana untuk RISC software yang dibuat akan jauh lebih kompleks dikarenakan instruksinya yang sedikit
> Kelebihan dari RISC yaitu kesederhanaan dari instruksinya. Dengan jumlah instruksi yang lebih sedikit maka jumlah transistor yang dibutuhkan semakin sedikit yang tentu saja berujung pada murahnya sistem ini dibandingkan dengan seterunya. Selain itu dengan lebih sedikitnya instruksi hanya pada instruksi yang sering digunakan saja maka waktu komputasi komputer akan semakin sedikit.
> Kelebihan utama dari  RISC adalah fasilitas prefatch dan pipe line, untuk CISC sendiri eksekusi dilakukan secara sekuensial.
3.  Sebuah prosesor yang dilengkapi teknologi hyper-threading oleh software Operating system dianggap terdiri dari 2 prosesor (2 ‘logical’ processor). Dengan demikian operating system dapat bekerja secara simultan di kedua prosesor (‘logical’ prosesor) tersebut. Hal ini mengakibatkan prosesor dapat memproses beberapa pekerjaan atau tugas sekaligus, sehingga pemrosesan berjalan lebih cepat dan memperpendek waktu kerja. Dengan adanya teknologi Hyper-threading ini memungkinkan sebuah prosesor bekerja seperti ‘dual prosesor’, atau prosesor tunggal dibaca seolah-olah menjadi ganda. Hal ini terjadi karena teknologi ini bekerja dengan cara menggandakan (menduplikasi) bagian tertentu dari prosesor (menyimpan catatan arsitektur prosesor).

4.      Master/Slave Processing merupakan metode penjadwalan asymmetric multiprocessing atau biasa disebut penjadwalan master/slave. Dimana pada metode ini hanya satu processor yaitu processor master yang menangani semua keputusan penjadwalan pemrosesan dan aktivitas sistem lainnya dan prosesor lainnya (processor slave) hanya mengeksekusi proses.
Symetrical Multiprocessing merupakan sistem multiprocessor dengan masing-masing processor bekerja secara-sendiri-sendiri (tidak saling bergantung). Pada sistem ini, memungkinkan beberapa processor bisa menangani atau menjalankan suatu proses yang berlainan, misalkan satu processor sedang mengolah lembar kerja dan processor lainnya melakukan proses grafis.

5.      Beberapa cara meningkatkan kinerja komputer secara umum;
ü  Non-aktifkan start up program yang tidak dipakai
ü  Non-aktifkan service yang tidak perlukan
ü  Perbesar kapasitas virtual memory
ü  Jangan menggunakan tampilan visual yang berlebih
ü  Hindarkan hard disk terlalu penuh data atau program
ü  Dan lain-lain.

Friday, March 16, 2012

RISC dan SISC


RISC (Reduce Instruction Set Computer)
Nama    : Anipatulloh
NIM      : SIA201003
MatKul : OAK

Ditinjau dari perancangan perangkat instruksinya, ada dua arsitektur prosesor yang menonjol saat ini, yakni arsitektur RISC (Reduce Instruction Set Computer) dan CISC (Complex Instruction Set Computer). Prosesor CISC memiliki instruksi-instruksi kompleks untuk memudahkan penulisan program bahasa assembly, sedangkan prosesor RISC memiliki instruksi-instruksi sederhana yang dapat dieksekusi dengan cepat untuk menyederhanakan implementasi rangkaian kontrol internal prosesor. Karenanya, prosesor RISC dapat dibuat dalam luasan keping semikonduktor yang relatif lebih sempit dengan jumlah komponen yang lebih sedikit dibanding prosesor CISC. Perbedaan orientasi di antara kedua prosesor ini menyebabkan adanya perbedaan sistem secara keseluruhan, termasuk juga perancangan kompilatornya.

CISC (Complex Instruction-Set Computer)
Complex instruction-set computing atau Complex Instruction-Set Computer (CISC; “Kumpulan instruksi komputasi kompleks”) adalah sebuah arsitektur dari set instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memory, operasi aritmetika, dan penyimpanan ke dalam memory, semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi. Karakteristik CISC dapat dikatakan bertolak-belakang dengan RISC. Sebelum proses RISC didesain untuk pertama kalinya, banyak arsitek komputer mencoba menjembatani celah semantik”, yaitu bagaimana cara untuk membuat set-set instruksi untuk mempermudah pemrograman level tinggi dengan menyediakan instruksi “level tinggi” seperti pemanggilan procedure, proses pengulangan dan mode-mode pengalamatan kompleks sehingga struktur data dan akses array dapat dikombinasikan dengan sebuah instruksi. Karakteristik CISC yg “sarat informasi” ini memberikan keuntungan di mana ukuran program-program yang dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil, dan penggunaan memory akan semakin berkurang. Karena CISC inilah biaya pembuatan komputer pada saat itu (tahun 1960) menjadi jauh lebih hemat.
Memang setelah itu banyak desain yang memberikan hasil yang lebih baik dengan biaya yang lebih rendah, dan juga mengakibatkan pemrograman level tinggi menjadi lebih sederhana, tetapi pada kenyataannya tidaklah selalu demikian. Contohnya, arsitektur kompleks yang didesain dengan kurang baik (yang menggunakan kode-kode mikro untuk mengakses fungsi-fungsi hardware), akan berada pada situasi di mana akan lebih mudah untuk meningkatkan performansi dengan tidak menggunakan instruksi yang kompleks (seperti instruksi pemanggilan procedure), tetapi dengan menggunakan urutan instruksi yang sederhana. Satu alasan mengenai hal ini adalah karena set-set instruksi level-tinggi, yang sering disandikan (untuk kode-kode yang kompleks), akan menjadi cukup sulit untuk diterjemahkan kembali dan dijalankan secara efektif dengan jumlah transistor yang terbatas. Oleh karena itu arsitektur -arsitektur ini memerlukan penanganan yang lebih terfokus pada desain prosesor. Pada saat itu di mana jumlah transistor cukup terbatas, mengakibatkan semakin sempitnya peluang ditemukannya cara-cara alternatif untuk optimisasi perkembangan prosesor. Oleh karena itulah, pemikiran untuk menggunakan desain RISC muncul pada pertengahan tahun 1970 (Pusat Penelitian Watson IBM 801 – IBMs). Contoh-contoh prosesor CISC adalah : System/360, VAX, PDP-11, varian Motorola 68000 , dan CPU AMD dan Intel x86.
Istilah RISC dan CISC saat ini kurang dikenal, setelah melihat perkembangan lebih lanjut dari desain dan implementasi baik CISC dan CISC. Implementasi CISC paralel untuk pertama kalinya, seperti 486 dari Intel, AMD, Cyrix, dan IBM telah mendukung setiap instruksi yang digunakan oleh prosesor-prosesor sebelumnya, meskipun efisiensi tertingginya hanya saat digunakan pada subset x86 yang sederhana (mirip dengan set instruksi RISC, tetapi tanpa batasan penyimpanan/pengambilan data dari RISC). Prosesor-prosesor modern x86 juga telah menyandikan dan membagi lebih banyak lagi instruksi-instruksi kompleks menjadi beberapa “operasi-mikro” internal yang lebih kecil sehingga dapat instruksi-instruksi tersebut dapat dilakukan secara paralel, sehingga mencapai performansi tinggi pada subset instruksi yang lebih besar.
Fase Awal Perkembangan Prosesor RISC
  • Prosesor RISC Berkeley
  • Prosesor RISC Stanford
KEUNGGULAN RISC
Saat ini, hanya Intel x86 satu-satunya chip yang bertahan menggunakan arsitektur CISC. Hal ini terkait dengan adanya kemajuan teknologi komputer pada sektor lain. Harga RAM turun secara dramatis. Pada tahun 1977, DRAM ukuran 1MB berharga $5,000, sedangkan pada tahun 1994 harganya menjadi sekitar $6. Teknologi kompailer juga semakin canggih, dengan demikian RISC yang menggunakan RAM dan perkembangan perangkat lunak menjadi semakin banyak ditemukan.

KELEMAHAN RISC
Kelemahan utama dari RISC ialah jumalh instruksi yang sedikit. Hal ini mengakibatkan untuk melakukan suatu tugas akan dibutuhkan instruksi yang lebih banyak bila dibandingkan CISC. Hasilnya ialah jumlah ukuran program akan lebih besar bila dibandingkan CISC. Penggunaan memori akan semakin meningkat dan lalu lintas instruksi antara CPU dan memori akan meningkat pula.

Prosesor RISC, yang berkembang dari riset akademis telah menjadi prosesor komersial yang terbukti mampu beroperasi lebih cepat dengan penggunaan luas chip yang efisien. Kemajuan mutakhir yang ditunjukkan oleh mikroprosesor PowerPC 601 dan teknologi emulasi yang antara lain dikembangkan oleh IBM memungkinkan bergesernya dominasi chip-chip keluarga-86 dan kompatibelnya. Bila teknik emulasi terus dikembangkan maka pemakai tidak perlu lagi mempedulikan prosesor apa yang ada di dalam sistem komputernya, selama prosesor tersebut dapat menjalankan sistem operasi ataupun program aplikasi yang diinginkan.

Pendekatan CISC
Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. Untuk tujuan contoh kita kali ini, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus, yang kita beri nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai dan menyimpannya ke 2 register yag berbeda, melakukan perkalian operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi hasilnya ke register yang benar. Jadi instruksi-nya cukup satu saja…
MULT 2:3, 5:2
MULT dalam hal ini lebih dikenal sebagai “complex instruction”, atau instruksi yang kompleks. Bekerja secara langsung melalui memori komputer dan tidak memerlukan instruksi lain seperti fungsi baca maupun menyimpan. Satu kelebihan dari sistem ini adalah kompailer hanya menerjemahkan instruksi-instruksi bahasa tingkat-tinggi ke dalam sebuah bahasa mesin. Karena panjang kode instruksi relatif pendek, hanya sedikit saja dari RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut.

Pendekatan RISC
Prosesor RISC hanya menggunakan instruksi-instruksi sederhana yang bisa dieksekusi dalam satu siklus. Dengan demikian, instruksi ‘MULT’ sebagaimana dijelaskan sebelumnya dibagi menjadi tiga instruksi yang berbeda, yaitu “LOAD”, yang digunakan untuk memindahkan data dari memori ke dalam register, “PROD”, yang digunakan untuk melakukan operasi produk (perkalian) dua operan yang berada di dalam register (bukan yang ada di memori) dan “STORE”, yang digunakan untuk memindahkan data dari register kembali ke memori. Berikut ini adalah urutan instruksi yang harus dieksekusi agar yang terjadi sama dengan instruksi “MULT” pada prosesor RISC (dalam 4 baris bahasa mesin):
LOADA,2:3
LOADB,5:2
PRODA,B
STORE 2:3, A
Awalnya memang kelihatan gak efisien iya khan? Hal ini dikarenakan semakin banyak baris instruksi, semakin banyak lokasi RAM yang dibutuhkan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Kompailer juga harus melakukan konversi dari bahasa tingkat tinggi ke bentuk kode instruksi 4 baris tersebut. Bagaimanapun juga, strategi pada RISC memberikan beberapa kelebihan. Karena masing-masing instruksi hanya membuthukan satu siklus detak untuk eksekusi, maka seluruh program (yang sudah dijelaskan sebelumnya) dapat dikerjakan setara dengan kecepatan dari eksekusi instruksi “MULT”. Secara perangkat keras, prosesor RISC tidak terlalu banyak membutuhkan transistor dibandingkan dengan CISC, sehingga menyisakan ruangan untuk register-register serbaguna (general purpose registers). Selain itu, karena semua instruksi dikerjakan dalam waktu yang sama (yaitu satu detak), maka dimungkinkan untuk melakukan pipelining.
Persamaan Unjuk-kerja (Performance)
Persamaan berikut biasa digunakan sebagai ukuran unjuk-kerja suatu komputer:
Pendekatan CISC bertujuan untuk meminimalkan jumlah instruksi per program, dengan cara mengorbankan kecepatan eksekusi sekian silus/detik. Sedangkan RISC bertolak belakang, tujuannya mengurangi jumlah siklus/detik setiap instruksi dibayar dengan bertambahnya jumlah instruksi per program.

CISC
Penekanan pada perangkat keras (Hardware)
Termasuk instruksi kompleks multi-clock
Memori-ke-memori: “LOAD” dan “STORE” saling bekerjasama
Ukuran kode kecil, kecepatan rendah
Transistor digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi kompleks

RISC
Penekanan pada perangkat lunak (software)
Single-clock, hanya sejumlah kecil instruksi
Register ke register: “LOAD” dan “STORE” adalah instruksi – instruksi terpisah
Ukuran kode besar, kecepatan (relatif) tinggi
Transistor banyak dipakai untuk register memori.

SISTEM BUS


Pengertian Bus, bit, dan byte
Nama    : Anipatulloh
NIM      : SIA201003
MatKul : AOK

Pada motherboard terdapat saluran-saluran penghubung yang menghubungkan satu komponen dengan komponen lainnya. Saluran penghubung ini berupa garis-garis yang tercetak pada PCB motherboard. Melalui saluran-saluran inilah data, informasi, dan instruksi-instruksi yang diberikan pada komputer ditransfer/melintas dari komponen satu ke komponen lainnya. Data dan instruksi tersebut diangkut dalam wujud sinyal-sinyal elektronis yang mempunyai makna tertentu. Sekelompok saluran yang mempunyai fungsi yang sama disebut jalur atau bus. Saluran-saluran penghubung tadi disebut pula dengan istikah konduktor.
Pada permukaan bagian bawah prosesor Intel Pentium 4 socket 478, terdapat kaki-kaki berupa pin. Jumlah pin keseluruhan sebanyak 478 buah, itulah sebabnya disebut soket 478. Pin-pin ini bertugas sebagai lintasan yang menyalurkan data atau instruksi dari motherboard ke processor atau sebaliknya. Dengan demikian, di dalam sebuah prosesor juga ada saluran-saluran tempat lalulintas data/informasi/instruksi-instruksi yang harus diolah/diproses dan dikirim kembali ke motherboard. Pin-pin pada prosesor adalah salah satu contoh nyata yang secara fisik terlihat sebagai saluran tempat lalu lintas data/informasi/instruksi. Sekelompok saluran yang mempunyai fungsi yang sama juga disebut jalur atau bus. Hal yang sama juga ada di video card atau periferal lainnya. Bus-bus atau jalur-jalur pada prosesor secara garis besar dapat dibagi menjadi data bus (jalur data), address bus (jalur adres), dan control bus (jalur kontrol). Control bus disebut juga dengan istilah signal bus.
Pengertian jalur tidak sama dengan saluran. Dalam hal ini, jalur adalah kata jamak dari saluran. Pahamilah penjelasan berikut ini:
Jalur data (data bus) terdiri dari beberapa (sejumlah) saluran data
Jalur adres (address bus) terdiri dari beberapa (sejumlah) saluran adres
Jalur kontrol (control bus) terdiri dari beberapa (sejumlah) saluran kontrol
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa data/informasi/instruksi disalurkan dalam wujud sinyal-sinyal elektronis. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Setiap satu saluran (satu kawat) pada saat-saat tertentu hanya dapat berada dalam satu kondisi, yaitu ada tegangan atau tidak ada tegangan. Dikatakan ada tegangan jika tegangannya berkisar 2,5 Volt hingga 5,5 Volt. Dikatakan tidak ada tegangan jika tegangannya berkisar 0 Volt hingga 0,8 Volt. Keadaan ada tegangan disimbolkan dengan angka 1 dan disebut dengan istilah ‘high’, keadaan tidak ada tegangan disimbolkan dengan angka 0 dan disebut dengan istilah ‘low’.
Berdasar penjelasan ini, dapat dikatakan bahwa setiap saluran selalu berkeadaan biner (dua kemungkinan), yaitu dalam keadaan ‘0’ atau dalam keadaan ‘1’. Simbol angka yang hanya bernotasi ‘0’ dan ‘1’ ini disebut dengan istilah notasi digit biner, dalam bahasa Inggris disebut binary digit yang disingkat dengan istilah ’bit’.
Sebuah komputer memiliki beberapa bus, agar dapat berjalan. Banyaknya bus yang terdapat dalam sistem, tergantung dari arsitektur sistem computer yang digunakan. Sebagai contoh :
Sebuah komputerPCdengan prosesor  umumnya Intel Pentium 4 memiliki bus prosesor (Front-Side Bus),bus AGP,bus  PCI,bus USB,bus ISA (yang digunakan oleh keyboard dan mouse), dan bus-bus lainnya.Bus disusun secara hierarkis, karena setiap bus yang memiliki kecepatanrendah akan dihubungkan dengan bus yang memiliki kecepatan tinggi. Setiapperangkat di dalam sistem juga dihubungkan ke salah satu bus yang ada.Sebagai contoh, kartu grafis AGP akan dihubungkan ke bus AGP. Beberapaperangkat lainnya (utamanya chipset atau kontrolir) akan bertindak sebagai jembatan antara bus-bus yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah kontrolirbusSCSIdapat mengubah sebuah bus menjadi bus SCSI, baik itubus PCIataubus PCI Express.
Didalam PC terdapat 2 Bus yaitu :
-          Bus sistem, yang menghubungkan CPU dengan RAM, dan
-          Bus I/O, yang menghubungkan CPU dengan komponen-komponen lain

Pada PC modern, biasanya akan ditemukan empat bus:
• Bus ISA, merupakan bus kecepatan rendah yang tua, segera akan dikeluarkan dari rancanganPC.
• Bus PCI, merupakan bus kecepatan tinggi yang baru.
• Bus USB (Universal Serial Bus ), merupakan bus kecepatan rendah yang baru.
• Bus AGP yang hanya digunakan untuk kartu grafis.Masing Bus diatas memiliki spesifikasi, kecepatan berbeda , dan juga bentuk yang berbeda.Oleh sebab itu di bawah ini kami akan mencoba merinci spesifikasi Bus PCI dan Bus AGP,mengupas habis Bus PCI dan Bus AGP tersebut

Beberapa Bus pada Komputer :
  • BUS ARBITRASI
Suatu konflik yang timbul jika prosesor dan kontroler DMA (Direct MemoryAcces) atau dua kontroler DMA mencoba menggunakan bus pada saat yangsama untuk mengakses memori utama. Untuk mengantisipasi hal ini, prosedurarbitrasi perlu diterapkan pada bus untuk mengkoordinasikan aktivitas semuaperangkat yang meminta transfer memori Bus arbitrasi adalah proses memilih perangkat berikutnya sebagai busmaster (perangkat yang diijinkan untuk menganisiasi data pada bus setiap saat)dan mentransfer bus mastership kepada perangkat tersebut, bus arbiter dapatberupa prosesor atau unit terpisah yang terhubung ke bus. Terdapat duapendekatan yang dapat diterapkan untuk bus arbitrasi. Pertama, CentralizedArbitration merupakan suatu bus arbital tunggal melakukan arbitration yangdiperlukan. Kedua, distibuted arbitration yakni semua perangkat berpartisipasidalam pemilihan bus master berikutnya. Distributed arbitration berarti semuaperangkat yang menunggu untuk menggunakan bus tersebut memiliki tanggung jawab setara dalam melaksanakan proses arbitrasi.
  • BUS PROSESOR
Bus Proesor adalah bus yang diidentifikasikan oleh sinyal pada sinyal chipprosesor tersebut. Perangkat yang memerlukan koneksi dengan cepat dengankecepatan sangat tinggi ke prosesor, seperti main memory dapat dihubungkanlangsung ke bus ini. Motherboard biasanya menyediakan bus lain yang lebihbanyah perangkat. Dua bus dapat diinterkoneksikan oleh satu sirkuit yaitubridge yang mentranslasikan sinyal dan protokol satu bus menjadi lainnya.Struktur bus terikat erat dengan arsitektur prosesor, serta juga tergantungpda karakteristik chip prosesor. IBM mengembangkan suatu bus yang disebutISA (Industry Standart Architecture) untuk PC yang pada saat itu dikenal sebagaiPC AT. Popularitas tersebut mendorong produsen lain untuk membuat antarmuka ISA-compatible untuk perangkat I/O sehingga menjadikan ISA standar defact.Beberapa standar telah berkembang melui usaha kerja sama industrial,bahkan diantara perusahaan pesaing dikarenakan keinginan bersama dalammemilki produk yang kompatibel. Pada beberapa kasus organisasi seperti IEEE(Institute of Electrical and Electrinic Enginers), ANSI (American National StandartInstitute), atau badan internasional seperti ISO (Internasional StandardsOrganization) telah menyetujui standar tersebut dan memberinya status resmi. Tiga standar bus yang digunakan secara luas yaitu PCI (PeripheralComputer Interconnect), SCSI (Small Compter System Interface), dan USB(Universal Serial Bus)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Themes | Free Song Lyrics, Cara Instal Theme Blog