NAMA : ANIPATULLOH
NIM :SIA201003
UJIAN :JARKOM
(TEORI)
DOSEN : NAHAR MARDIYANTORO M.Kom
1. Mode
yang berlaku pada WLAN
ü Mode Ad-hoc
Pada
dasarnya mirip dengan topologi bus pada jaringan wired. Mode ad hoc tidakmemerlukan central node atau Access
Point.
ü Wi-Fi client
Dapatberkomunikasisecara peer to peer. Setiap Wi-Fi client
akanbertindaksebagaipenghubungsekaligusrepeater(penguatsinyal) bagi Wi-Fi
client yang berada di sebelahnya
2. Teknik
POE ( Power Over Ethernet )
POE adalah mengalirkan listrik melalui pair kabel UTP yang tidak digunakan, kabel
listrik dialirkan melalui satu kabel UTP dan kemudian sebelum mencapai AP,
dipisah kembali. Listrik dialirkan lagi melalui kabel listrik dan dicolokkan
pada power cord, sedangkan
data dicolokkan pada port RG-45.
Manfaatnya adalah menghemat
space di box Client sehingga tidak diperlukan lagi Catu daya terpisah. Cukup
sebuah kabel UTP saja yang terpasang antara switch dan access point
3. Faktor
yang mempengaruhi kuaitas/performance jaringan wireless
ü Panjang
Gelombang (Wavelength) adalah jarak antara 1 ujung puncak gelombang dengan
puncak lainnya secara horizontal. Sinyal ini awalnya di mulai sebagai sinyal AC
yang di generate oleh transmitter / pemancar didalam sebuah Access Point (AP)
dan dikirim ke antenna, dimana di radiasikan sebagai gelombang sinus. Selama
proses ini, arus mengubah medan elektromagnetik disekitar antena, sehingga
antena mengirim sinyal elektrik dan magnetik.
ü Frekuensi
(Hz) menentukan seberapa sering singnal terlihat /muncul. Frekuensi biasa
diukur dalam besaran detik, direferensikan sebagai cycle.
ü Amplitudo,
adalah jumlah energi yang di berikan dalam sebuah signal
ü Jenis
Pemancarnya
ü Letak
Pemancar
ü Kualitas
Media (Cuaca)
ü Kekuatan
sinyal, juga akan terpengaruh jika kartu LAN nirkabel atau Access Point
diletakkan di dekat permukaan logam dan padat material densitas tinggi. Jika
ada hambatan dalam jalur sinyal radio antara Access Point dan kartu LAN
nirkabel, sinyal radio mungkin baik diserap atau tercermin. Maka daya
jangkaunya akan berkurang.
4. WDS
(Wireless Distribution System)
WDS sampai saat ini masih digunakan karena memungkinkan
jaringan nirkabel yang akan diperluas menggunakan beberapa jalur akses tanpa
memerlukan kabel tulang punggung untuk dapat saling terhubung.
ü WDS bridge
Adalah komunikasi access
points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan
tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk
mengaksesnya.
ü WDS repeater
access point berkomunikasi
satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA), Access point yang
dioperasikan dalam mode repeater perlu menterjemahkan frame kedalam format
frame yang lain saat forward frame antara koneksi wireless dan WDS link.
5.
Hubungan kekuatan
daya AP yang diterima atau dipancarkan dengan polarisasi antena
Kekuatan
daya dari AP mempengaruhi jarak pancar, semakin besar daya AP maka akan semakin
jauh jarak pancarnya, sedangkan polarisasi antena adalah arah medan
listrik yang diradiasikan oleh antena. Jika arah tidak ditentukan maka
polarisasi merupakan polarisasi pada arah gain maksimum. Polarisasi dari energi
yang teradiasi bervariasi dengan arah dari tengah antena, sehingga bagian lain
dari pola radiasi mempunyai polarisasi yang berbeda. Polarisasi antena juga mampu menembus dinding dibawah Antena hingga jarak radius
500-800Meter dibawah tiang atau tower yang mampu diakses langsung(tidak berlaku
untuk beton).



Thursday, August 09, 2012
@^!v
