Jawaban Ujian MID Semester IV (Teori)
Nama : Anipatulloh
NIM : SIA201003
Mata Kuliah : Arsitektur dan Organisasi Komputer
1.
Bios memiliki fungsi utama untuk memberi
informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan
juga memberi akses komunikasi secara
low-level diantara komponen hardware, seperti untuk meload sistem
operasi dari storage ke RAM. BIOS dapat disebut sebagai miniatur dan suatu
sistem operasi yang dikhususkan untuk
komunikasi low-level pada hardware. Setelah analisa hardware selesai dan tidak
ada kerusakan maka proses akan diserahkan kepada OS.
North Bridge
Chip North Bridge disebut juga MCH (Memory Controller Hub) terhubung langsung kepada CPU dan memiliki fungsi:
• Memory controller (*)
• AGP bus controller (jika tersedia)
• PCI Express x16 controller (jika tersedia)
• Interface untuk transfer data dengan south bridge
Beberapa chip north bridge juga mengontrol jalur PCI Express x1. Pada chipset PCI Express lainnya maka tugas South Bridge yang mengendalikan jalur PCI Express x1. Pada bahasan ini kita akan asumsikan bahwa south bridge adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengontrol jalur PCI Express, namun perlu diingat bahwa hal ini dapat memiliki banyak variasi tergantung pada model chipset.
South Bridge
Chip south bridge juga disebut ICH (I/O Controller Hub) terhubung dengan north bridge dan bertugas untuk mengontrol peralatan I/O dan peralatan on-board, seperti:
• Port drive hard disk (Port ATA Parallel dan Serial)
• Port USB
• Audio on-board (*)
• LAN on-board (**)
• PCI bus
• Jalur PCI Express (jika tersedia)
• Real Time Clock (RTC)
• Memory CMOS
• Peralatan legacy seperti interrupt controller dan DMA controller.
South bridge juga dihubungkan dengan dua chip lainnya yang tersedia pada motherboard: chip ROM yang lebih dikenal dengan BIOS, dan chip Super I/O, yang bertugas mengontrol peralatan legacy seperti port serial, port parallel dan drive floppy disk. I/O techniques yang lebih efisien adalah DMA (Direct Memory Access) karena Pada programed I/O dan interrupt driven I/O CPU melakukan intruksi langsung untuk mengirimkan perintah ke peripheral, tetapi pada DMA, CPU hanya memerintahkan DMA apa yang harus dilakukan ( read / write ), alamat peripheral, tempat data dalam memori, dan jumlah data yang akan ditransfer. Stelah itu, CPU melanjutkan pekerjaan / prosesnya yang lain.
DMA melaksanakan apa yang diperintahkan oleh CPU tadi, jika semua tugas telah selesai, maka DMA mengirimkan interrupt kepada CPU, pada saat itu CPu akan merespon interrupt yang diterimanya.
North Bridge
Chip North Bridge disebut juga MCH (Memory Controller Hub) terhubung langsung kepada CPU dan memiliki fungsi:
• Memory controller (*)
• AGP bus controller (jika tersedia)
• PCI Express x16 controller (jika tersedia)
• Interface untuk transfer data dengan south bridge
Beberapa chip north bridge juga mengontrol jalur PCI Express x1. Pada chipset PCI Express lainnya maka tugas South Bridge yang mengendalikan jalur PCI Express x1. Pada bahasan ini kita akan asumsikan bahwa south bridge adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengontrol jalur PCI Express, namun perlu diingat bahwa hal ini dapat memiliki banyak variasi tergantung pada model chipset.
South Bridge
Chip south bridge juga disebut ICH (I/O Controller Hub) terhubung dengan north bridge dan bertugas untuk mengontrol peralatan I/O dan peralatan on-board, seperti:
• Port drive hard disk (Port ATA Parallel dan Serial)
• Port USB
• Audio on-board (*)
• LAN on-board (**)
• PCI bus
• Jalur PCI Express (jika tersedia)
• Real Time Clock (RTC)
• Memory CMOS
• Peralatan legacy seperti interrupt controller dan DMA controller.
South bridge juga dihubungkan dengan dua chip lainnya yang tersedia pada motherboard: chip ROM yang lebih dikenal dengan BIOS, dan chip Super I/O, yang bertugas mengontrol peralatan legacy seperti port serial, port parallel dan drive floppy disk. I/O techniques yang lebih efisien adalah DMA (Direct Memory Access) karena Pada programed I/O dan interrupt driven I/O CPU melakukan intruksi langsung untuk mengirimkan perintah ke peripheral, tetapi pada DMA, CPU hanya memerintahkan DMA apa yang harus dilakukan ( read / write ), alamat peripheral, tempat data dalam memori, dan jumlah data yang akan ditransfer. Stelah itu, CPU melanjutkan pekerjaan / prosesnya yang lain.
DMA melaksanakan apa yang diperintahkan oleh CPU tadi, jika semua tugas telah selesai, maka DMA mengirimkan interrupt kepada CPU, pada saat itu CPu akan merespon interrupt yang diterimanya.
2.
Pengertian dari karakteristik
memory:
Ø Access time >> waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi
baca/tulis.
Ø Cycle time >> total waktu yang
dibutuhkan oleh sebuah memory untuk kembali pada kondisi ready (siap diakses)
setelah mendapatkan dan mengeksekusi instruksi akses sebelumnya.
Ø
Transfer rate >> Transfer rate merupakan
kapasitas data yang dapat dikirimkan sebuah RAM ke processor dalam satuan
Megabytes/secon (MB/s).
3.
Setiap alat pemroses (CPU)
melakukan eksekusi suatu perintah, CPU harus membaca instruksi tersebut dari memory utama
(RAM). Agar intruksi dapat dilakukan secara cepat maka harus diusahakan
instruksi tersedia di memory pada hirarki berkecepatan akses lebih tinggi.
Kecepatan eksekusi ini akan meningkatkan kinerja system. Untuk membuat kinerja
CPU lebih efisien maka terdapat konsep memory dua level sebelum CPU mengakses
memory utama (RAM), yaitu ditampung terlebih dahulu di memory pada hirarki yang
lebih tinggi yaitu register yang terdapat dalam processor/CPU dan Chace yang berada
diantara register CPU dan memory utama (RAM), yang berfungsi agar
CPU tidak langsung mengacu pada memory utama agar kinerja dapat ditingkatkan.
4. Ketika kita membutuhkan memory ideal yang dibutuhkan
untuk menjalankan suatu aplikasi akan tetapi memory yang ada tidak
mencukupinya, maka solusinya kita bisa mengalokasikan sebagian share memory
untuk grafik (apabila graphic card on-board) untuk kebutuhan menjalankan
aplikasi yang kekurangan alokasi memory.



Friday, February 03, 2012
@^!v
Posted in: 
0 comments:
Post a Comment