Jaringan komputer adalah
sebuah sistem yang terdiri atas komputer, software dan perangkat jaringan yang
bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Agar dapat mencapai
tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan
layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client)
dan yang memberikan/mengirim layanan disebut pelayan (server).
Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir
seluruh aplikasi jaringan komputer.
Dalam mengikuti perkembangan teknologi saat
ini banyak bidang yang membutuhkan jaringan komputer. Jaringan komputer
memberikan kemudahan antar pengguna komputer, dengan adanya jaringan komputer
transformasi data antar komputer dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Oleh
karena itu efektifitas dan efisiensi bisa dicapai yang akhirnya produktifitas
lebih tinggi.
Teknologi komputer sudah merambah ke berbagai
bidang termasuk pendidikan. Sebagian sekolah memiliki komputer untuk
mempercepat proses kerja administrasi dan akademik. Bahkan sudah ada yang
memanfaatkan tekonologi komputer untuk mendukung proses pembelajaran. Komputer
dijadikan media untuk menyampaikan konsep keilmuan menjadi lebih menarik dan
mudah diterima oleh murid. Tidak hanya itu saja, saat ini sudah
banyak sekolah yang memiliki jaringan komputer yang mengintegrasikan jaringan
lokal ke jaringan intranet dan internet. Bahkan sampai teknologi telepon
selular difungsikan untuk proses pembelajaran dan layanan sekolah kepada orang
tua dan masyarakat di luar sekolah. Hal ini menjadi alasan utama dilakukan penelitian
untuk melakukan “Perancangan
Blueprint Infrastruktur Jaringan
Wireless dengan 6 Acess Point”.
Mengingat perlunya penyampaian pendidikan
berbasis komputer, jaringan komputer pada sekolah sangat membantu proses
belajar mengajar. Selain itu juga memudahkan siswa dan guru untuk mengakses
informasi via internet.
Untuk membangun jaringan komputer di sekolah
beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:
- Kebutuhan sekolah, merupakan pertimbangan pertama yang bisa dijadikan patokan pengembangan jaringan komputer. Sejauh mana kebutuhan sekolah perlu diadakannya jaringan komputer sehingga nantinya bisa digunakan semaksimal mungkin.
- Anggaran biaya, merupakan pertimbangan kedua yang mendukung terciptanya sebuah jaringan komputer di sekolah. Kebutuhan jaringan komputer yang komplek dan luas tentunya memerlukan biaya yang besar. Sebaiknya pembangunan jaringan komputer dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak terjadi pemborosan biaya.
- Model jaringan, adalah tahap perencanaan pengembangan jaringan komputer di sekolah. Model jaringan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah membuat sistem jaringan bisa digunakan lebih efektif.
- Komponen jaringan, adalah tahap implementasi jaringan komputer. Pemilihan komponen jaringan harus disesuaikan dengan kondisi sekolah yang meliputi bentuk bangunan, tata letak bagunan/ruang, jarak antar bangunan, dan kemudahan pengembangan pada masa berikutnya.
Denah lokasi sekolah
Dari denah diatas dengan luas kurang lebih 300.000 M2 membutuhkan piranti dan desain yang cukup untuk mengcover seluruh area.
1. Analisa Kebutuhan
Antena dan Radio Access Point dalam satu paket.
Bekerja pada frekwensi 5.8Ghz. Antena Solid Dish dengan gain 25dBi. Diperkuat
dengan radio AP 5.8Ghz 200mW. Sangat cocok untuk koneksi Point to Point jarak
jauh.
Tool lainnya yang dibutuhkan antara lain kabel UTP, konektor RJ-45, tang Crimping dan LAN tester.
2. Desain dan Langkah Kerja
- Survei lokasi geografis sekolah
- Memposisikan penempatan access point pada titik-titik yang telah ditentukan
Keterangan
:
AP1 : Ruang Loby
AP2 : Lab
AP3 : Ruang Guru
AP4 : Ruang
Bebas
AP5 : Gedung
berlantai
AP6 : Ruang Seni
Dari luas area
panjang ±1Km dan lebar ±300 M, dengan menggunakan IP sekelas untuk mengcover frekuensi wifinya ke seluruh
area sesuai denah di atas.
Kita gunakan Acces Point di
ruang server lantai 2 menggunakan Acces Point Out Door jenis Ubiquiti NanoBridge-M5
200mW + Solid Antenna 25dBi yang mampu menjangkau 4-7 km
sedangkan di daerah belakang sekolah menggunakan Acces Point yg sama degan
Mode Repeater diletakan saling
membelakangi 120 derajat jika 3 buah repeater di gabungkan maka akan membentuk sudut 360 derajat sehingga
semua area dapat tercover signal wifi dan untuk menjangakau di wilayah
sekolah cukup menggunakan dua buah acces point in door mode repeater menggunakan jenis Seri TL-WA5110G alat ini
mampu menjangkau kurang lebih 50 km. Untuk mengatasi jika ada gangguan cara penyetingannya semua repeater di arahkan
ke acces point di ruangan server dengan meng Attack Mac Addres tentunya dengan
menggunakan IP sekelas dengan membedakan HOST ID dari setiap acces point.
- Pengalamatan IP address dan subnetting
AP1 Acces
point utama dengan posisi Acces Point di luar dengan antena sektoral 120
derajat
IP
Address = 192.168.0.1
Subnet
mask = 255.255.255.0
AP2 dengan mode repeater, posisi Acces Point di
luar dengan antena sektoral 360 derajat
IP Address = 192.168.0.2
Subnet mask = 255.255.255.0
AP3 dengan mode repeater, posisi Acces Point di
luar dengan antena sektoral 360 derajat
IP Address = 192.168.0.3
Subnet mask = 255.255.255.0
AP4 dengan mode repeatr, eposisi Acces Point di
luar dengan antena sektoral 360 derajat
IP Address = 192.168.0.
Subnet mask = 255.255.255.0
AP5 dengan mode repeater posisi Acces Point di
luar dengan antena sektoral 180 derajat
IP Address = 192.168.0.5
Subnet mask = 255.255.255.0
AP6 dengan mode repeater posisi Acces Point di
luar dengan antena sektoral 360 derajat
IP Address = 192.168.0.6
Subnet mask = 255.255.255.0
- Pengujian dan pengetesan koneksi untuk memastikan semua access point bekerja dengan maksimal.



Sunday, August 12, 2012
@^!v



